11.29.2011

Pemetaan Wilayah Pembangunan

Tulisan ini merupakan masukan kepada DPD RI melalui lomba blog dengan tema "Seandainya Saya menjadi Anggota DPD RI”
Saya menjadi anggota DPD karena dipilih oleh masyarakat untuk memawikili aspirasi mereka dalam membangun daerahnya . tidak dapat dipungkiri antara daerah satu dengan yang lainnya, antara propinsi yang satu dengan lainnya dibutuhkan kerjasama. Sebagai anggota DPD tentulah mengetahui situasi daerahnya untuk dibuat suatu kebijakan pembangunan yang tepat.

"Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI" akan memusyawarahkan “IDE PEMETAAN, PEMBAGIAN DAN PENGKHUSUSAN WILAYAH BIDANG PEMBANGUNAN” .
Pemetaan ini dilakukan agar setiap kebijakan pembangunan tidak merugikan bidang yang lain. Kasus gagal panen akibat berbagai hama , serta serangan tikus salah satu penyebabnya adalah pembangunan pabrik berjajar berdampingan dengan pertanian.atau juga pembangunan sarana pariwisata yang berdekatan dengan pabrik-pabrik yang tentu saja mengganggu keindahan tempat wisata tersebut.

Dilema banjir dan kemacetan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dikarenakan semua berkumpul di Jakarta, dari mulai Istana Negara, Kantor-kantor Industri, Universitas dan lain-lain, seandainya Jakarta dikhususkan sebagai pusat pemerintahan saja, dengan memindahkan kantor-kantor Industri ke Bekasi umpamanya, serta membatasi berdirinya Universitas agar merata disetiap kota di Indonesia, niscaya banjir dan macet dapat dikurangi.

Jakarta adalah salah satu contoh tidak dilakukannya pemetaan, pembagian, pengkhususan wilayah pembangunan, sehingga berdampak bertambahnya penduduk baik dengan tujuan bekerja ataupun menempuh pendidikan.

Seperti diketahui bidang pembangunan ekonomi meliputi Pendidikan, Pertanian, Industri, Pariwisata. Setiap daerah mempunyai potensi sumber alam serta kondisi tanah yang berbeda-beda.
Sebagai contoh ide pemetaan, pembagian dan pengkhususan wilayah bidang pembangunan di propinsi asal saya Jawa Timur :

Kabupaten Sidoarjo yang subur dan irigasi yang mudah, dikhususkan sebagai kawasan PERTANIAN, dengan membuat kebijakan pelarangan pembangunan Pabrik ditanah yang subur dan mudah irigasi. Sa’at ini banyak sekali lahan-lahan pertanian yang subur berubah menjadi pabrik-pabrik.
Kabupaten Malang yang sejuk dan indah , dikhususkan sebagai kawasan PARIWISATA, dengan kebijakan pelarangan pembangunan pabrik agar tetap segar tanpa polusi.
Kabupaten Gresik dan Madura yang tandus, dikhususkan sebagai kawasan Industri [pabrik].

Dengan pemetaan, pembagian semacam ini setiap daerah akan tertata rapi serta maksimal mengelola potensi daerahnya masing-masing

Contoh ide saya diatas bisa diterapkan dipropinsi manapun melihat kondisi dan potensi setiap propinsi.

Itulah sedikit ide dari saya, "Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI", semoga tulisan saya bermanfa’at dan semoga menjadi masukan buat anggota DPD.

0 komentar:

Poskan Komentar

Makasih atas kunjungannya..tolong kasih masukan :