
Mengutip dari situs berita Viva News :
Perusahaan rokok mempunyai peran yang sangat penting dalam memajukan sepak bola di Indonesia. Perusahaan rokok merupakan salah satu sponsor penting supaya club sepakbola bisa bertahan. Kelahiran I.S.L [Indonesia Super Liga] tidak terlepas dari PT. Djarum yang bersama-sama dengan B.L.I [Badan Liga sepakbola Indonesia] mempersipakan liga Indonesia, sehingga Indonesia mendapatkan sertifikasi A.F.C [Asian Football Conferederation] sejak tahun 1994. Hanya Bank Mandiri satu-satunya perusahaan non-rokok yang bermitra dengan PSSI [Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia] selebihnya adalah perusahaan rokok.
Kutipan diatas menunjukkan hanya perusahaan rokok yang lebih peduli pada olah raga sepakbola khususnya, daripada perusahaan-perusahaan lain non rokok. Kepedulian perusahaan rokok terhadap olahraga seolah-olah bertolak belakang dengan imetz rokok sebagai sumber penyebab beberapa penyakit. Belum pernah aku mendengar sebuah perusahaan non rokok yang mensponsori sebuah event sepakbola di Indonesia. Ada beberapa kalangan yang menganggap perusahaan rokok Djarum yang memproduksi rokok Djarum Black Menthol dan Djarum Black Slimz dan industri rokok lainnya kepeduliannya terhadap sepakbola adalah untuk komersiil semata. Mungkin mereka yang menuduhkan imetz demikian tidak melihat dengan mengadakan event liga Indonesia membutuhkan tenaga dan biaya yang amat besar, belum resiko-resiko tak terduga yang akan ditanggung akibat lain dari event tersebut. Padahal dalam prinsip berbisnis “mengeluarkan biaya sedikitnya, untuk meraih keuntungan yang sebesarnya”.
Apakah setiap mengadakan event sepakbola atau olahraga lainnya meraih keuntungan yang besar dengan meningkatnya penjualan produk rokok dibanding biaya yang dikeluarkan, atau malah sebaliknya ? kalau memang untuk sekedar tujuan komersiil akan lebih hemat biaya dengan mensponsori sebuah sinetron atau opera sabun colek yang banyak ditayangkan di TV. Dan aku kira bukan hanya sepakbola saja olahraga yang disponsori oleh perusahaan rokok banyak olahraga lainnya misalnya, bola volly, bola basket, tinju, balap motor, balap mobil seperti ”Djarum Black Nigh Slalom” dan lain sebagainya.
Benar apa kata seorang seniman, dengan membatasi tampilan iklan rokok pada event-event olahraga, sepakbola khususnya adalah merupakan amputasi terhadap persepakbolaan Nasional. Dikarenakan industri rokok yang lebih peduli pada kemajuan persepakbolaan Indonesia daripada industri-industri lainnya. Entah kenapa ? apakah dengan menyesponsori olahraga kurang menguntungkan bagi industri mereka.
Mari Berkreasi !
0 komentar:
Poskan Komentar
Makasih atas kunjungannya..tolong kasih masukan :