
Bangga sebagai bangsa Indonesia harusnya tertanam dalam diri kita semua, karena karunia Tuhan berupa keindahan alam, ribuan pulau dan luasnya lautan. Diberbagai pulau dihuni oleh berbagai macam suku, dari suku jawa, betawi, melayu, banten, madura, sunda, batak, dayak, sampit, asmat dan banyak lainnya. Walaupun berbeda-beda suku namun tetap satu jua sesuai dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Eka”. Dengan banyaknya berbagai suku maka banyak pula ragam budaya yang dimilki bangsa Indonesia. Setiap suku mempunyai adat dan budayanya sendiri-sendiri yang unik, dari mulai bentuk rumah, cara berpakaian, bahasa daerah, dan kesenian daerah yang beraneka ragam.
Ada rumah adat, joglo, rumah gadang dan lainnya. Pakaian dan kain daerah, kebaya, jarik, songket, tenun, jumputan, sasirangan, batik, ulos dan lain-lain. Makanan ditiap daerahpun berbeda-beda, ada rujak cingur, lontong balap, kupang lontong, ketoprak, nasi padang, sate madura, soto makasar, gado-gado, gudeg dan banyak yang lainnya. Begitu pula dengan kesenian yang dimiliki setiap suku sangat unik, ada tari pendet, tari remo, tari piring, tari kecak, tari lilin, kuda lumping, reog ponorogo, angklung, wayang kulit, wayang golek, wayang orang, ludruk, ketoprak, lenong dan lain-lain.
Begitu banyaknya sehingga kita sebagai pemilik budaya tersebut lupa atau sengaja melupakannya. Beberapa bulan yang lalu pemerintah Indonesia sempat bersitegang dengan pemerintah Malaysia, dikarenakan ada beberapa budaya Indonesia yang diklaim sebagai budaya mereka diantaranya, kain batik, tari pendet, tari reog ponorogo, bahkan Malaysia sempat sukses mengklaim pulau Ligitan dan Sipadan sebagai wilayah mereka. Setelah berhasil menguasai pulau-pulau tersebut Malaysia mencoba menguasai wilayah Ambalat. Tapi kita patut bersyukur “Batik”telah berhasil dipatenkan sebagai salah satu budaya milik Indonesia, sehingga sebagai wujudnya setiap tahunnya tepat tanggal 2 Oktober merupakan hari batik Nasional.
Klaim-klaim Malaisya atas budaya Indonesia merupakan pelajaran bagi kita agar lebih mencintai budaya Nasional ditengah maraknya budaya asing masuk kenegara kita. Bali adalah salah satu pulau yang paling terkontaminasi budaya asing tari pendet dan tari kecak kalah bersaing dengan tarian streaptease, sexy girls dan pura-pura kalah marak dengan bar dan discotik, jadi teringat lagu jadul judulnya“Kembalikan Baliku padaku”. Klaim-klaim oleh negara lain itu semua ulah kita sendiri yang cenderung menyukai budaya asing dan meninggalkan budaya kita sendiri.
Dalam rangka ikut serta mencintai budaya nasional, Djarum Black dan Black Community dapat mensponsori event-event yang berbau budaya misalnya, menyelenggarakan panggung wayang orang, wayang kulit, atau kesenian tradisional lainnya. Bisa juga dengan ikut serta pada moment 2 oktober dengan berbatik pada semua SPG dan pegawai Djarum Black. Atau juga membuat iklan produk Djarum Black dengan icon dan latar belakang suatu kesenian sebagi wujud bangga sebagai bangsa Indonesia.
Mari Berkreasi !
0 komentar:
Poskan Komentar
Makasih atas kunjungannya..tolong kasih masukan :